hanayuki

December 7, 2007

sebuah Kisah Tentang RUMI….

Filed under: Uncategorized

Jalaluddin Rumi Berpuisi dengan Jiwanya

 

Bagi anda yang gemar membaca puisi, khususnya sastera Islam tentu nama Jalaludin Rumi sudah tak asing lagi. Dalam dunia sastera, khususnya puisi, sufi yang satu ini jadi semacam prasasti yang abadi. Namanya, tak hanya dikenal orang Islam saja, yang bukan Islam pun juga memuji hasil karyanya.

30 September yang akan datang adalah ulang tahun Rumi yang 794. Tepatnya ia lahir di pada tahun 1207 di Balkh, sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan. Jika dikaji salasillahnya, Rumi masih punya darah keturunan Abu Bakar dari ayahnya. Rumi lahir dari keluarga yang sangat keras menerapkan pendidikan agama. Nama Rumi sendiri di ambil dari kata Romawi, yang saat itu benar-benar menjadi pusat peradaban dunia.

Jalaludin Rumi adalah seorang pengembara sejati, banyak kota dan penjuru yang sudah dijelajahinya. Banyak manusia dan bermacam karakter telah ditemuinya. Dalam perjalanannya mengembara ini, ia pernah bertemu dengan seorang ulama sufi terkenal di Nishafur, Fariduddin Attar. Dalam pertemuan ini, Attar memberikan hadiah pada Rumi, sebuah buku berjudul Asrarname. Selain itu, Attar juga mengatakan sesuatu yang kelak tak pernah dilupakan oleh Rumi. Attar saat itu meramal, bahwa suatu saat nanti Rumi akan menjadi terkenal. Dan adalah benar, kini siapa yang tak mengenal Rumi!

Masa kecil Rumi, adalah masa pendidikan keras yang diterimanya. Ia tumbuh menjadi seorang lelaki yang kaku, selain Qur’an, hadits, fiqh, tafsir dan filsafat ia tak mau mempelajarinya. Sampai kemudian ia bertemu dengan seorang yang merubah hidupnya. Syamsi Tabriz, seorang sufi yang dengan tenang pernah membuang buku-buku filsafat Rumi ke dalam sumur. "Buku ini sangat rumit dan sulit difahami," katanya sambil melempar buku-buku tebal Rumi ke dasar sumur.

Rumi amat marah dan mengatakan betapa besar kerugian akan peristiwa itu. Tapi Syamsi, masih tenang. Tak banyak bicara ia menarik keluar buku-buku Rumi. Ajaib, semuanya utuh tak basah meski hanya selembar saja. Peristiwa itulah yang membuat Rumi memohon untuk menjadi murid Syamsi.

Sejak saat itu, makin eratlah hubungan murid dan guru itu. Sedemikian eratnya, murid dan pengikut Rumi sampai dibikin ada yang iri. Akhirnya beberapa orang merencanakan pembunuhan pada Tabriz, dan terjadilah tragedi itu. Sejak tragedi itu, Rumi seolah memutuskan diri dengan dunia. Perhatiannya hanya tercurah untuk beribadah kepada Allah dan menulis buku serta puisi yang tadinya tak pernah ia sukai.

Selain menulis puisi, Syamsi Tabriz, mendiang gurunya itu mengenalkan pula kepada Rumi tarian religi yang biasa di sebut Sama’. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para darwis, orang-orang yang mempelajari ajaran sufi. Kebanyakan di antara mereka adalah laki-laki.

Jalaludin Rumi, dalam pengasingan dirinya menuangkan puisi-puisi jiway ang lahir dari hubungan saat beribadah. Tak heran jika membaca puisi Rumi, seakan menemukan kesejukan tersendiri karena puisinya lahir dari dasar hati.

Berikut sepenggal puisi bagian dari karyanya yang terkenal Mastnawi yang diterbitkan oleh penerbit Mizan dengan judul "Terang Benderang".

Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan
Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta
Setiap orang yang jauh dari sumbernya
Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula.

Optimis donk

Filed under: Uncategorized

Optimis itu penting bahkan perlu banget bahkan. Salah satu tindakan awal yaitu ngomong ke diri sendiri 2 kata: "AKU BISA".Sesuatu yang sepele tapi nancep banget and buat semangat kita membara lagi.

Berkatalah optimis dan berbuatlah optimis itulah kata kunci untuk orang yang optimis.

Optimisme bisa seperti hal yang menular dan salah satu hal yang baik untuk ditularkan adalah optimisme.
Banyak hal yang dapat dipandang dengan mata berbinar asalkan kita optimis maju ke depan.

December 6, 2007

Yang muda, yang sukses, dan berjaya

Filed under: Uncategorized

Jangan pernah menjadi tua, tanpa pernah menjadi dewasa" (Dom Helder Camara)

Pembaca, pada edisi-edisi sebelumnya, saya pernah membicarakan tentang usia dan kesuksesan. Saya menulis tentang orang-orang yang sudah uzur tetapi sukses. Artikel ini mendapat tanggapan menarik.

Dalam mailbox saya, seorang mengirim surat dan bertanya bagaimana kalau justru kendala sukses adalah usia muda. Tentu saja, sekali lagi, usia bukanlah faktor penentu orang mampu meraih kesuksesan atau kegagalan.

Ada anggapan, usia berpengaruh dalam produktivitas dan kesuksesan orang bila dikaitkan dengan banyaknya pengalaman. Orang yang berpengalaman pasti mempunyai intuisi dan kepekaan mengambil langkah dan tindakan. Katakanlah asam-garamnya benar-benar sudah penuh untuk merajut prestasi. Tapi, jangan salah sangka. Sejarah membuktikan banyak orang muda yang meraih prestasi dan sukses.

Nah, mari berbicara tentang orang muda. Banyak orang yang mengamini masa muda sebagai masa penuh gairah, cita-cita, dan mimpi. Tapi, tak jarang juga yang merasa masa muda sebagai satu ‘halangan’ untuk sebuah kesuksesan.

Ada yang menunda kesuksesannya dengan berpikir, "Ah, aku ini kan masih muda" atau "Okelah, saya masih punya banyak waktu untuk belajar", "Pelan-pelan saja, masih banyak waktu kok!", atau "Kayaknya, untuk bidang saya, orang biasa mencapai kesuksesan setelah umurnya di atas 40 tahun deh. Jadi, sulit bagiku untuk diakui dalam usia yang masih bau kencur ini."

Perasaan rendah diri orang muda ini layak dikikis. Semangat untuk tidak menanti sempurna sebaiknya menjadi energi. Kadang masyarakat cukup jahat dengan melabeli orang muda sebagai yang belum matang, belum bisa apa-apa, belum banyak pengalaman, dan sebagainya.

Hal ini mirip bunyi iklan yang mengatakan, "Yang muda, yang tidak dipercaya". Tapi, singkatnya, yang jelas, betapapun mudanya usia kita, semuanya dipanggil untuk menyingsingkan lengan baju, mulai bekarya, tanpa harus menunggu diri sempurna, punya banyak pengalaman dulu, atau berbagai ‘excuse’ lainnya.

Empat alasan

Mari belajar dari David J. Schwartz. Dalam bukunya berjudul The Magic of Thinking Big, David Schwartz mengatakan ada empat dalih (excuses) yang umumnya dipakai orang untuk menjadi alasan dirinya tidak sukses atau tidak berani mengambil risiko. Keempat alasan itu adalah kesehatan, intelegensi, usia, dan nasib.

Mari kita perhatikan potongan kisah sukses orang-orang terkenal. Bill Gates lahir pada 1955. Tapi, dalam usia 25 tahun dia sudah memberanikan diri dan berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan raksasa IBM. Sepuluh tahun kemudian di usia yang masih muda juga, Gates mampu meluncurkan Window versi 3.0. Tidak lama kemudian, Gates menjadi seorang jutawan. Hingga sekarang, Bill Gates masuk daftar orang terkaya di dunia.

Masih ada orang muda selain Bill Gates yang mencapai puncak kesuksesan setelah mengalami perjalanan panjang dengan merangkak dari bawah. Bukan lantaran mereka mendapat warisan dari orangtuanya atau KKN, tetapi berkat keberanian, kreativitas, dan kerja keras. Sebut saja Marc Andersen dengan Netscape-nya, termasuk Steve Job dengan kemahiran di bidang IT, juga kita masih bisa menyebut sederet nama besar di dunia lainnya.

Di Indonesia, kita punya beberapa contoh yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi meraih prestasi dan kesuksesan di masa muda. Ada Nelson Tansu Ph.D kelahiran 1977 yang menjadi profesor di Lehigh University dengan fokus di bidang semikonduktor.

Dengan belasan penghargaan yang dia terima, oleh sebuah majalah berita terkemuka nasional, dia dinobatkan sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Indonesia pada 2006.

Di bidang musik, kita mengenal Anggun C. Sasmi yang sudah go international sejak umur 19 tahun. Enam tahun kemudian namanya melejit ke blantika musik internasional saat lagu Snow on the Sahara menduduki top ten tangga lagu dunia.

Ada juga Anne Ahira, gadis muda kelahiran Bandung yang dikenal sebagai Internet marketer dunia. Saat usianya 25 tahun, penghasilannya sudah ribuan dolar AS. Kelahiran 1979 itu pun sudah dikenal oleh media internasional.

Di dunia film, lahir sineas-sineas muda seperti Riri reza, Mira Lesmana, Nia Dinata yang film-filmnya turut tampil di festival film dunia. Masih banyak yang lain entah di bisnis, politik, media, dan sebagainya. Kita sepakat semua kesuksesan itu bukan hoki semata. Ada kerja keras, kehendak kuat, dan fokus. Sepertinya, orang muda benar-benar sedang merayakan kemudaannya dengan mengukir prestasi. Inilah abad orang muda.

Muda dan sukses

Ada tiga poin penting yang bisa dipelajari dari kisah orang muda sukses tadi. Pertama, keberanian mengambil risiko (risk taker). Kita perlu lepas atau meninggalkan zona kenyamanan (comfort zone) kita.

Anggun meninggalkan kemapanannya untuk bertarung di panggung dunia. Padahal, saat itu di kancah musik nasional, namanya sudah diakui, toh dia tidak cepat berpuas diri. Memang, kita bisa belajar dari Anggun bahwa tidaklah mudah mencoba sesuatu yang baru.

Tapi, masa muda adalah masa yang paling baik untuk menantang dan mengambil risiko dengan melepaskan diri dari zona nyaman kita. Mumpung masih muda, keberanian mengambil risiko adalah kunci. No risk, no gain.

Kedua, fokus pada bidangnya. Rata-rata, mereka yang sukses selalu fokus pada bidangnya. Mereka bukanlah all rounds yang mencoba menguasai semua hal, tapi fokus dan profesional pada kemampuan mereka. Mereka menjadi pakar dan sangat hebat di bidangnya. Mereka membawa personal brand-nya sendiri. Ironisnya, banyak orang muda ingin sukses tetapi tidak membangun personal mastery atau keunggulan pada diri. Banyak yang tidak sabar untuk membangun. Anggun membutuhkan enam tahun sampai lagunya dinikmati dunia.

Ketiga, menciptakan peluang sukses sendiri. Karena mempunyai mimpi, hasrat, dan energi, mereka tiddak menyia-nyiakan peluang. Mereka tidak bermental menunggu. Mereka belajar dari banyak orang dan membangun jejaring dengan siapa saja. Semua hal ini akhirnya menjadi cara memuluskan langkah sukses mereka.

Nah, berbahagialah mereka yang masih muda dan masih berjiwa muda. Semangat muda adalah semangat kehidupan. Meski umur sudah tua, tapi jiwa tidak boleh renta. Kemudaan identik dengan optimisme, gairah, kreativitas, elan vital, dan sebagainya. Benar pendapat Simone de Beauvoir, lawan hidup bukanlah kematian, tetapi kerentaan. So, tetaplah berjiwa muda!

time management

Filed under: Uncategorized

Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses

Lihat Gambar

KapanLagi.com - Betapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan ‘Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.

Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.

Sekali Anda bisa, seterusnya kebiasaan bagus ini jadi hal alami. Dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk ‘menguasai keduniawian’. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar.Berikut beberapa aturan sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:

- Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.

- Lacak Aktivitas Anda. Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.

- Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas ‘utama’ secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.

- Ingat Prisip 80/20. 20% kunci aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.

- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?

- Bangun Rancangan Aksi. Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan. Ini beda dengan To Do list dimana fokus utmanya adalah pencapaian tujuan, (dan langkah untuk mencapainya secara spesifik) dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuannya dalam perwujudan.

- Merespon Dengan Cepat. Sebagai contoh, urus mail Anda begitu Anda menerima surat. Jangan biarkan tagihan dan surat-surat itu membebani Anda. Jika Anda tak bisa membalas sebuah surat saat itu juga, buat file di tempat khusus yang mudah dilihat, dan tuliskan di amplop tindakan yang dibutuhkan serta tanggal dimana Anda dapat menyelesaikannya.Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.

- Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.

- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.

Tugas pertama Anda untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik adalah membuat mendaftar seberapa banyak waktu yang Anda buang sia-sia selama sehari, dari sana atur ulang aktivitas Anda untuk melakukan yang lebih maksimal dalam setiap menit. Lebih dari segalanya, berpegangteguhlah pada rencana Anda. Jadwal yang Anda buat hanya dapat terlaksana dengan benar hanya jika Anda keukeh dengan itu. Nah, dengan mengikuti tips ini kami harap Anda akan memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda capai dalam hidup Anda. (artb/erl)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M